Sabtu, 31 Mei 2014

LAPORAN ILMIAH



Pengertian Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang di buat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang di berikan.
Sistematika laporan ilmiah :
1. Bagian awal, terdiri atas :
·         Halaman judul : judul, maksud, tujuan penulisan,identitas penulisan, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
·         Halaman pengesahan (jika perlu)
·         Halaman motto/semboyan (jika perlu)
·         Halaman persembahan (jika perlu)
·         Prakata
·         Daftar isi
·         Daftar tabel (jika perlu)
·         Daftar grafik (jika ada)
·         Daftar gambar (jika ada)
·         Abstrak : uraian singkat tentang isi laporan
2. Bagian isi, terdiri atas :
·         Bab I pendahuluan berisi tentang : latar belakang, identitas masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat.
·         Bab II : kajian pustaka
·         Bab II : metode
·         Bab IV : pembahasan
·         Bab V : penutup
3. Bagian akhir, terdiri atas :
·         Daftar pustaka
·         Daftar lampiran
·         Indeks : daftar istilah
Jenis-jenis laporan ilmiah
Ada 3 jenis-jenis laporan ilmiah menurut para ahli :
a. Laporan lengkap (monograf)
Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh, menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi pada setiap tingkat analisis.
b. Artikel ilmiah
Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif, artikel ilmiah biasanya merupakan perasaan dari laporan lengkap.
c. Laporan ringkas
Penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis.
Fungsi laporan ilmiah
Mengkomunikasikan kepada pembaca bahwa seperangkat data dan ide spesifik, ide spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat di evaluasi. Laporan ilmiah harus di lihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan. Laporan ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.
Ciri-ciri laporan yang baik
Laporan yang baik mendukung beberapa hal :
·         Penggunaan bahasa yang ilmiah
·         Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya
·         Laporan di sertakan dengan identifikasi masalah
·         Adanya kesimpulan dan saran
·         Data yang lengkap sebagai pendukung laporan


Rabu, 30 April 2014

Metode Ilmiah


Secara etimologis, metode berasal dari kata “met” dan “hodes” yang berarti melalui. Sedangkan istilah metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : cara melakukan sesuatu dan rencana dalam pelaksanaan (Rothwell & Kazanas).
Menurut Almadk (1939), metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Menurut Ostle (1975),berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Pemilihan bidang, topic atau judul penelitian,
2.      Mengadakan survey lapangan untuk merumuskan masalah-masalah yang ingin di pecahkan,
3.      Membangun sebuah bibliografi,
4.      Memformulasikan dan mendefinisikan masalah,
5.      Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan, dll.
Menurut Gagne & Briggs (2004:25) tujuan mempelajari Metode Ilmiah adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah,
2.      Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis,
3.      Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan & menyajikan fakta secara
sistematis.
          Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah Metode Ilmiah yaitu sebagai berikut :
1.      Metode ilmiah historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif,
2.      Metode ilmiah deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskriptif secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu,
3.      Metode ilmiah perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu,
4.      Metode ilmiah kasus/lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan obyek,
5.      Metode ilmiah korelasional yang bertujuan mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.


Jumat, 28 Maret 2014

PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan Indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
·         Pengertian indera yaitu, alat penghubung/kontak antara jiwa dalam kesadaran rohani diri dengah material lingkungan. Dalam ajaran hindu indria ada sebelas macam dan disebut sebagai eka dasa indriya. Ada lima macam indera menurut bahasa Indonesia yaitu : alat pembantu untuk melihat (mata), alat pembantu untuk mengecap (lidah), alat pembantu untuk membau (hidung), alat pembantu untuk mendengar (telinga), dan alat pembantu untuk merasakan (kulit/inderaperaba).
·         Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pertanyaan benar dan salah sekaligus.

Fungsi Penalaran
Fungsi penalaran ini lebih banyak memberi tekanan pada penggunaan bahasa sebagai alat berfikir, mengerti, dan menciptakan konsep-konsep. Bahasa digunakan untuk bernalar. Pelajaran teoritk suatu ilmu, penerapan ilmu secara praktis, penciptaan konsep-konsep baru, dan perumusan gagasan – gagasan dilakukan dengan bahasa penalaran. Pengajaran bahasa dapat dilakukan dengan latihan bernalar, seperti berpikir logis, analitis, dan sintesis, serta evaluatif.
Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
·         Pengertian premis yaitu pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan. Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).

Jumat, 06 Desember 2013

PENGARUH RUMAH TANGGA DAN KELUARGA


Saat ini keberadaan keluarga dan rumah tangga sangat mempengaruhi pola dan perilaku konsumen seseorang. Hal ini didasarkan pada gaya hidup keluarga maupun rumah tangga tersebut. Semakin tinggi derajat dari keluarga tersebut, maka makin tinggi pula tingkat perilaku konsumen mereka. Sebagai contoh, jika dalam suatu keluarga dan rumah tangga merasa memerlukan atau membutuhkan mobil ataupun motor untuk keperluan transportasi , serta memerlukan fasilitas-fasilitas elektronik maupun furniture, dan mereka memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan tersebut maka mereka akan membelinya. Dan  sebaliknya, jika keluarga dan rumah tangga memiliki berbagai kebutuhan, tetapi tidak diimbangi oleh kemampuan untuk membelinya, maka mereka akan memilih atau memprioritaskan kebutuhan mereka yang lebih penting. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif. Para pemasar tertarik dengan peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam pembelian berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat bervariasi di negara-negara dan kelas-kelas sosial yang berbeda.

Studi tentang keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah penting, tetapi kerap diabaikan dalam analisis perilaku konsumen. Pentingnya keluarga timbul karena dua alasan :

a). Banyak produk yang dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebagai unit keluarga. Rumah adalah contoh produk yang dibeli oleh kedua pasangan, mungkin dengan melibatkan anak, kakek-nenek, atau anggota lain dari keluarga besar. Mobil biasanya dibeli oleh keluarga, dengan kedua pasangan dan kerap anak remaja mereka terlibat dalam berbagai tahap keputusan. Bentuk favorit dari kegiatan waktu senggang bagi banyak keluarga adalah berkunjung ke pusat perbelanjaan setempat. Kunjungan tersebut kerap melibatkan banyak anggota keluarga yang membeli berbagai barang rumah tangga, busana, dan bahan makanan.

b). Ketika pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain.dalam keluarganya. Orang yang bertanggung jawab untuk pembelian dan persiapan makanan keluarga mungkin bertindak sebagai individu di pasar swalayan, tetapi dipengaruhi oleh preferensi dan kekuasaan anggota lain dalam keluarga. Konsumen tersebut mungkin menyukai makanan dan kegiatan waktu senggang yang sama, dan mengemudikan merek mobil yang sama dengan anggota yang lain dalam keluarga. Pengaruh keluarga dalam keputusan konsumen tersebut benar-benar meresap.

Rumah Tangga
Rumah tangga (household) adalah istilah lain yang kerap digunakan oleh para pemasar sewaktu mendeskripsikan perilaku konsumen. Rumah tangga berbeda dengan keluarga, rumah tangga mendeskripsikan semua orang  baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang tinggal dan menempati satu unit perumahan.

Haverty mengidentifikasikan variabel utama yang terlibat adalah :
A. Fungsi Produksi Rumah Tangga, terdiri dari :
·         Fungsi Pembelian
·         Produksi Rumah Tangga
·         Fungsi Konsumsi
·         Fungsi Pasar Tenaga Kerja
·         Fungsi Pemeliharaan Keluarga

B. Stok (Sumber Daya) Rumah Tangga, :
·         Informasi
·         Sumber Keuangan
·         Barang Pasar
·         Karakteristik
·         Waktu

C. Variabel Eksogen atau yang Ditetapkan Sebelumnya, :
·         Data
·         Peluang Pasar Tenaga Kerja
·         Peluang Pasar Produk
·         Struktur Rumah Tangga
·         Kepuasan

Keluarga
Secara bahasa Keluarga (family) dapat diartikan sebagai sekelompok individu yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan darah, pernikahan atau adopsi yang tinggal bersama. Keluarga terdiri dari :
(i) Keluarga inti (nuclear family) adalah kelompok langsung yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang tingga bersama.
(ii) Keluarga besar (extended family) mencakup keluarga inti, beserta kerabat lain, seperti kakek-nenek, paman-bibi, sepupu dan kerabat karena perkawinan.
Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita biasa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang. Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, poltik, dan ekonomi serta pamahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negara-negara di mana orang tua hidup bersama anak- anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja bersifat substansial.
Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (Family of procreation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya. Pemasar harus selalu meneliti pola-pola spesifik dalam pasar sasaran tertentu. Contohnya, di dalam rumah tangga tradisional China, sudah merupakan hal yang biasa bila suami memberikan semua gajinya kepada istrinya, karena sang istri yang mengatur pengeluaran keluarganya. Suatu keluarga mungkin merupakan satu keluarga patriat (patriarchal family) : dimana sang ayah dipertimbangkan sebagai anggota yang paling dominan. Sedangkan dalam suatu keluarga matriat (matriarchal family) : pihak wanita memainkan peran dominan, dan membuat banyak keputusan. Dalam equalitarian family, sang suami dan istri membagi secara seimbang dalam pengambilan keputusan.
Keluarga memiliki pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tangga karena jumlah individu yang bekerja di dalam keluarga tersebut lebih banyak. Bagi keluarga maupun rumah tangga, variabel structural sangat memberi dampak pada keputusan pembelian dan yang paling menarik bagi pemasar adalah usia kepala rumah tangga atau keluarga, status perkawinan, kehadiran anak, dan status pekerjaannya. Keluarga adalah sama dengan perusahaan; keluarga merupakan organisasi yang terbentuk untuk mencapai fungsi tertentu yang lebih efektif dibandingkan individu yang hidup sendiri. Fungsi yang paling jelas bahwa dua orang dapat mencapai lebih baik daripada satu orang adalah mempunyai anak. Walaupun analisis konsumen mungkin tidak mempunyai opini mengenai apakah keluarga harus mempunyai anak atau tidak. Konsekuensi ekonomi dengan hadirnya anak menciptakan struktur permintaan akan pakaian, makanan, perabot, rumah, perawatan kesehatan, pendidikan dan produk.lain. Anak di dalam keluarga dapat menyebabkan menurunnya permintaan akan produk lain, seperti perjalanan, restoran, pakaian orang dewasa, dan banyak barang yang bebas pilih.

VARIABEL SOSIOLOGI YANG MEMPENGARUHI KELUARGA
Pemasar juga perlu menganalisis variabel nonekonomi untuk meramalkan perilaku pembelian. Bagaimana keluarga mengambil keputusan dapat dimengerti dengan lebih baik dengan mempertimbangkan dimensi sosiologis seperti kohesi, kemampuan beradaptasi (adaptability), dan komunikasi. Kohesi adalah pertalian emosi yang dimiliki para anggota keluarga satu sama lain. Kohesi merupakan ukuran seberapa dekat yang dirasakan oleh para anggota keluarga terhadap satu sama lain pada tingkat emosi. Kohesi merefleksikan perasaan keterkaitan dengan atau keterpisahan dari anggota lain dalam keluarga.
Kemampuan keluarga dalam beradaptasi adalah kemampuan sistem perkawinan atau keluarga untuk mengubah struktur kekuasaannya, hubungan peranan, dan kaidah hubungan sebagai respon terhadap stress situasional dan perkembangan. Kemampuan keluarga dalam beradaptasi adalah ukuran seberapa baik keluarga dapat memenuhi tantangan yang disajikan oleh kebutuhan yang berubah. Komunikasi adalah dimensi untuk memudahkan yang kritis bagi gerakan pada dua dimensi yang lain. Keterampilan berkomunikasi yang positif memungkinkan keluarga untuk berbagi satu sama lain, kebutuhan dan preferensi mereka yang berubah-ubah sebagaimana berhubungan dengan kohesi dan kemampuan beradaptasi.

KEPUTUSAN PEMBELIAN KELUARGA
Keluarga adalah “pusat pembelian” yang merefleksikan kegiatan dan pengaruh individu yang membentuk keluarga bersangkutan. Individu membeli produk untuk dipakai sendiri dan untuk dipakai oleh anggota keluarga yang lain.

PERANAN INDIVIDU DALAM PEMBELIAN KELUARGA
Keputusan konsumsi keluarga melibatkan setidaknya lima peranan yang dapat didefinisikan. Peranan-peranan ini mungkin dipegang oleh suami, istri, anak, atau anggota lain dalam rumah tangga. Peranan ganda atau aktor ganda adalah normal.
  1. Penjaga pintu (gatekeeper). Inisiator pemikiran keluarga mengenai pembelian produk dan pengumpulan informasi untuk membantu pengambilan keputusan
  2. Pemberi pengaruh (influencer). Individu yang opininya dicari sehubungan dengan kriteria yang harus digunakan oleh keluarga dalam pembelian dan produk atau merek mana yang paling mungkin cocok dengan kriteria evaluasi itu
  3. Pengambil keputusan (decider). Orang dengan wewenang atau kekuasaan keuangan untuk memilih bagaimana uang keluarga akan dibelanjakan dan produk atau merek apa yang yang akan dipilih.
  4. Pembeli (buyer). Orang yang bertindak sebagai agen pembelian yang mengunjungi toko, menghubungi penyuplai, menulis cek, membawa produk kerumah, dan seterusnya.
  5. Pemakai (user). Orang yang menggunakan produk
Pemasar perlu berkomunikasi dengan pemegang masing-masing peranan. Anak misalnya, adalah pemakai serealia, mainan, pakaian, dan banyak produk lain, tetapi mungkin bukan pembeli. Salah satu atau kedua orangtua mungkin merupakan pengambil keputusan dan membeli, karena mungkin anak penting sebagai pemberi pengaruh dan pemakai.Peranan memberi pengaruh mungkin dipegang oleh orang yang paling ahli. Sebagai contoh, orangtua mungkin menjadi pengambil keputusan mengenai mobil mana yang mereka akan beli, tetapi remaja memainkan peranan utama sebagai penjaga pintu informasi dan sebagai pemberi pengaruh karena pengetahuan yang lebih banyak mengenai unjuk kerja, ciri produk, atau norma social.